Jumat, 06 Agustus 2010
emas
Tips Membeli Emas Batangan, Emas Perhiasan dan Emas Putih
by harga emas.
Seperti kita ketahui dari beberapa jenis logam mulia, emas merupakan logam mulia yang paling banyak dicari dan digemari. Karena emas selain bisa digunakan sebagai sarana investasi dan lindung nilai harta Anda dari pengaruh inflasi, emas pun bisa digunakan sebagai perhiasan (dipakai). Dan untuk memulai membeli emas, tentunya Anda harus mengetahui tujuan Anda dalam membeli emas tersebut, apakah untuk investasi atau untuk dipakai?. Bila untuk investasi belilah emas batangan atau emas koin, dan bila untuk dipakai tentunya beli emas perhiasan yang Anda sukai. Lalu bagaimana tips cerdas membeli emas batangan, emas perhiasan dan emas putih? Bisa Anda baca tips berikut:
Tips Cerdas Dalam Membeli Emas Batangan, Emas Perhiasan dan Emas Putih
1. Pertama lihat kurs harga emas saat ini
Tentunya sebelum membeli emas, Anda bisa mengecek berapa harga emas pasaran hari ini, bisa melalui surat kabar, website Harga-Emas.com, website pegadaian di Pegadaian.co.id ada menu dihalaman utamanya tentang harga emas sekarang, bertanya ke toko emas atau menghubungi bagian penjualan PT.Logam Mulia yang merupakan divisi dari PT. Antam Tbk – produsen emas di Indonesia, pada tiap hari kerja senin sampai jumat di logammulia.com. Dan bila Anda membeli emas hari sabtu atau minggu tentunya Anda bisa mencari informasi patokan harga emas hari jumat sorenya.
2. Perhatikan keadaan emas yang Anda beli
Bila yang Anda beli adalah emas perhiasan untuk dipakai, tentunya Anda bisa memilih model yang disukai dan juga perhatikan keadaan perhiasan emasnya, masih bagus atau ada cacatnya.
Bila yang dibeli perhiasan emas yang ada permatanya, perhatikan permatanya apakah ada cuil, goresan dan lainnya, karena tentunya bila Anda menjualnya kembali, toko emas akan mengeceknya dahulu dan mempengaruhi harga jualnya.
Bila yang dibeli adalah bentuk gelang dan kalung, pilihlah kunci gelang atau kunci kalung yang buatan mesin, yaitu yang berbentuk hurus S atau disebut dengan toogle. Sedangkan kunci yang buatan tangan biasanya bentuknya pencet-pencetan dan terkadang menjadi lemah bila sudah sering dipakai (buku tutup) dan sudah berumur lama.
Dan lihat juga tampilan emasnya, belilah emas yang bersih sekali, karena kadang-kadang ada warna hijau pada pori-pori bagian tertentu. Mungkin saja toko penjual perhiasan bilang ini adalah hal biasa, tapi sebenarnya tidak, emas ini belum dicuci dengan benar. Di emas tersebut masih tertinggal sisa kimia yang bisa menyebabkan alergi pada kulit orang pemakainya, yang menyebabkan gatal-gatal, dll.
3. Tanyalah Kadar kemurnian Emasnya
Berikut adalah Kadar kemurnian Emas menurut standar internasional:
- Emas 24 karat adalah emas murni (99.99%)
- Emas 22 karat memiliki komposisi 91.7% emas dan dicampur bahan lain 8.3%, biasanya bahan perak
- Emas 20 karat memiliki kompoisis 83.3% emas
- Emas 18 karat memiliki komposisi 75% emas
- Emas 16 karat memiliki komposisi 66.6% emas
- Emas 14 karat memiliki komposisi 58.5% emas
dan emas 9 karat memiliki komposisi 37.5% emas
Tapi karena kita tinggal di indonesia, standar kadar emas di toko emas di indonesia agak berbeda. Emas 24 karat adalah 90% emas, Emas 23 karat adalah 70% emas, emas 22 karat adalah 40% emas dan yang lainnya.
Bisa dilihat ada selisih karat yang jauh berbeda. Sistem jual beli emas di pasar kita (pasar tradisional – toko emas) memang cukup memprihatinkan karena tidak ada sistem dan standar yang menjadi konsistensi harga, berat maupun kadarnya.
Lalu bagaimana dengan membeli emas putih? Emas putih merupakan emas murni yang dicampur bahan logam lain yang memiliki kadar yang berbeda-beda, biasanya hingga 70%. Ada yang bilang emas putih itu adalah platinum, tapi karena harga platinum mahal sekali, maka di indonesia jarang sekali yang menjualnya.
Nah pilihanya, bila tujuan Anda adalah investasi, belilah emas batangan atau koin emas yang berstandar international dan pastikan ada sertifikatnya. Lihat contoh pada gambar.
emas bersertifikat
Lalu dimana tempat untuk membeli emas batangan dengan kadar 99.99% bersertifikat? Anda bisa membelinya diprodusennya PT.Logam Mulia – divisi penjualan emas PT.Antam Tbk, bisa dilihat melalui websitenya logammulia.com atau bisa melalui Tempat Pegadaian, dan juga toko-toko emas yang menjualnya.
4. Simpan nota pembelian emasnya karena akan diperlukan bila akan dijual kembali.
Hal ini dikarenakan tidak semua pembeli emas, baik dijual ditoko atau ditempat lainnya, ahli dalam menentukan kadar emas tersebut. Karena untuk mengecek kadar emas memerlukan waktu dan teknologi yang belum tentu tersedia di tempat Anda menjualnya. Dan bila mungkin, jual-lah emas kembali di tempat Anda membelinya, karena tentunya akan lebih mudah dan tidak ada banyak pertanyaan seputar emasnya.
Nah berapakah nilai emas saat dijual?
Tergantung dimana Anda menjualnya, bila di Pegadaian mereka menggunakan sistem gadai, maka emas Anda hanya dinilai hingga 90% dari kurs beli pegadaian saat itu.
Bila ditoko emas, biasanya dipotong Rp.5000/gram dari harga beli. Dan bila di PT.Logam Mulia – Divisi penjualan emas PT.Antam.Tbk, Anda bisa melihat di website logammulia.com untuk harga beli kembali per-gramnya.
by harga emas.
Seperti kita ketahui dari beberapa jenis logam mulia, emas merupakan logam mulia yang paling banyak dicari dan digemari. Karena emas selain bisa digunakan sebagai sarana investasi dan lindung nilai harta Anda dari pengaruh inflasi, emas pun bisa digunakan sebagai perhiasan (dipakai). Dan untuk memulai membeli emas, tentunya Anda harus mengetahui tujuan Anda dalam membeli emas tersebut, apakah untuk investasi atau untuk dipakai?. Bila untuk investasi belilah emas batangan atau emas koin, dan bila untuk dipakai tentunya beli emas perhiasan yang Anda sukai. Lalu bagaimana tips cerdas membeli emas batangan, emas perhiasan dan emas putih? Bisa Anda baca tips berikut:
Tips Cerdas Dalam Membeli Emas Batangan, Emas Perhiasan dan Emas Putih
1. Pertama lihat kurs harga emas saat ini
Tentunya sebelum membeli emas, Anda bisa mengecek berapa harga emas pasaran hari ini, bisa melalui surat kabar, website Harga-Emas.com, website pegadaian di Pegadaian.co.id ada menu dihalaman utamanya tentang harga emas sekarang, bertanya ke toko emas atau menghubungi bagian penjualan PT.Logam Mulia yang merupakan divisi dari PT. Antam Tbk – produsen emas di Indonesia, pada tiap hari kerja senin sampai jumat di logammulia.com. Dan bila Anda membeli emas hari sabtu atau minggu tentunya Anda bisa mencari informasi patokan harga emas hari jumat sorenya.
2. Perhatikan keadaan emas yang Anda beli
Bila yang Anda beli adalah emas perhiasan untuk dipakai, tentunya Anda bisa memilih model yang disukai dan juga perhatikan keadaan perhiasan emasnya, masih bagus atau ada cacatnya.
Bila yang dibeli perhiasan emas yang ada permatanya, perhatikan permatanya apakah ada cuil, goresan dan lainnya, karena tentunya bila Anda menjualnya kembali, toko emas akan mengeceknya dahulu dan mempengaruhi harga jualnya.
Bila yang dibeli adalah bentuk gelang dan kalung, pilihlah kunci gelang atau kunci kalung yang buatan mesin, yaitu yang berbentuk hurus S atau disebut dengan toogle. Sedangkan kunci yang buatan tangan biasanya bentuknya pencet-pencetan dan terkadang menjadi lemah bila sudah sering dipakai (buku tutup) dan sudah berumur lama.
Dan lihat juga tampilan emasnya, belilah emas yang bersih sekali, karena kadang-kadang ada warna hijau pada pori-pori bagian tertentu. Mungkin saja toko penjual perhiasan bilang ini adalah hal biasa, tapi sebenarnya tidak, emas ini belum dicuci dengan benar. Di emas tersebut masih tertinggal sisa kimia yang bisa menyebabkan alergi pada kulit orang pemakainya, yang menyebabkan gatal-gatal, dll.
3. Tanyalah Kadar kemurnian Emasnya
Berikut adalah Kadar kemurnian Emas menurut standar internasional:
- Emas 24 karat adalah emas murni (99.99%)
- Emas 22 karat memiliki komposisi 91.7% emas dan dicampur bahan lain 8.3%, biasanya bahan perak
- Emas 20 karat memiliki kompoisis 83.3% emas
- Emas 18 karat memiliki komposisi 75% emas
- Emas 16 karat memiliki komposisi 66.6% emas
- Emas 14 karat memiliki komposisi 58.5% emas
dan emas 9 karat memiliki komposisi 37.5% emas
Tapi karena kita tinggal di indonesia, standar kadar emas di toko emas di indonesia agak berbeda. Emas 24 karat adalah 90% emas, Emas 23 karat adalah 70% emas, emas 22 karat adalah 40% emas dan yang lainnya.
Bisa dilihat ada selisih karat yang jauh berbeda. Sistem jual beli emas di pasar kita (pasar tradisional – toko emas) memang cukup memprihatinkan karena tidak ada sistem dan standar yang menjadi konsistensi harga, berat maupun kadarnya.
Lalu bagaimana dengan membeli emas putih? Emas putih merupakan emas murni yang dicampur bahan logam lain yang memiliki kadar yang berbeda-beda, biasanya hingga 70%. Ada yang bilang emas putih itu adalah platinum, tapi karena harga platinum mahal sekali, maka di indonesia jarang sekali yang menjualnya.
Nah pilihanya, bila tujuan Anda adalah investasi, belilah emas batangan atau koin emas yang berstandar international dan pastikan ada sertifikatnya. Lihat contoh pada gambar.
emas bersertifikat
Lalu dimana tempat untuk membeli emas batangan dengan kadar 99.99% bersertifikat? Anda bisa membelinya diprodusennya PT.Logam Mulia – divisi penjualan emas PT.Antam Tbk, bisa dilihat melalui websitenya logammulia.com atau bisa melalui Tempat Pegadaian, dan juga toko-toko emas yang menjualnya.
4. Simpan nota pembelian emasnya karena akan diperlukan bila akan dijual kembali.
Hal ini dikarenakan tidak semua pembeli emas, baik dijual ditoko atau ditempat lainnya, ahli dalam menentukan kadar emas tersebut. Karena untuk mengecek kadar emas memerlukan waktu dan teknologi yang belum tentu tersedia di tempat Anda menjualnya. Dan bila mungkin, jual-lah emas kembali di tempat Anda membelinya, karena tentunya akan lebih mudah dan tidak ada banyak pertanyaan seputar emasnya.
Nah berapakah nilai emas saat dijual?
Tergantung dimana Anda menjualnya, bila di Pegadaian mereka menggunakan sistem gadai, maka emas Anda hanya dinilai hingga 90% dari kurs beli pegadaian saat itu.
Bila ditoko emas, biasanya dipotong Rp.5000/gram dari harga beli. Dan bila di PT.Logam Mulia – Divisi penjualan emas PT.Antam.Tbk, Anda bisa melihat di website logammulia.com untuk harga beli kembali per-gramnya.
Logam Mulia Aneka Tambang
by harga emas.
Bagi yang sering membeli atau menjual emas batangan, kata-kata logam mulia Aneka Tambang mungkin tidak asing lagi. Logam Mulia Aneka Tambang ini adalah unit usaha PT.Aneka Tambang Tbk yang bergerak dibidang jual beli emas. PT.Aneka Tambang Tbk sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah go public (sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia). Emas adalah salah satu produk perusahaan ini.
logam mulia
Membeli atau menjual emas di Logam Mulia (LM) sedikit lebih ribet dibandingkan dengan bertransaksi di toko-toko emas biasa. Sebelum memasuki tempat transaksi, petugas akan meminta tanda pengenal kita, lantas mencatat data-data pribadi kita. Selain nama, nomor KTP, alamat dan nomor telepon, mereka juga meminta NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
Setelah prosedur itu, kita mendapatkan tanda pengenal untuk masuk ke tempat perdagangan. Disana, pembeli satu gram pun akan dilayani. Makin berat emas yang dibeli, harga emas per gram menjadi lebih murah dikarenakan faktor biaya pembuatan. Jika kita membeli dalam jumlah banyak, ada suatu ketentuan yang berlaku, penjual menyediakan fasilitas pengantaran dengan menggunakan jasa pihak ketiga. Fasilitas ini ditujukan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan.
Logam Mulia menyediakan berbagai ukuran emas lantakan , mulai dari 1 gram sampai 1.000 gram. Seperti di toko emas biasa, ongkos jasa juga dikenakan oleh Logam Mulia. Untuk pembelian emas lantakan di kutip Rp.33.500 per gramnya. Makin besar pembelian emas, makin kecil ongkos jasanya. Logam Mulia tidak mengenakan ongkos jasa untuk pembelian emas lantakan mulai 100 gram.
by harga emas.
Bagi yang sering membeli atau menjual emas batangan, kata-kata logam mulia Aneka Tambang mungkin tidak asing lagi. Logam Mulia Aneka Tambang ini adalah unit usaha PT.Aneka Tambang Tbk yang bergerak dibidang jual beli emas. PT.Aneka Tambang Tbk sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah go public (sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia). Emas adalah salah satu produk perusahaan ini.
logam mulia
Membeli atau menjual emas di Logam Mulia (LM) sedikit lebih ribet dibandingkan dengan bertransaksi di toko-toko emas biasa. Sebelum memasuki tempat transaksi, petugas akan meminta tanda pengenal kita, lantas mencatat data-data pribadi kita. Selain nama, nomor KTP, alamat dan nomor telepon, mereka juga meminta NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
Setelah prosedur itu, kita mendapatkan tanda pengenal untuk masuk ke tempat perdagangan. Disana, pembeli satu gram pun akan dilayani. Makin berat emas yang dibeli, harga emas per gram menjadi lebih murah dikarenakan faktor biaya pembuatan. Jika kita membeli dalam jumlah banyak, ada suatu ketentuan yang berlaku, penjual menyediakan fasilitas pengantaran dengan menggunakan jasa pihak ketiga. Fasilitas ini ditujukan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan.
Logam Mulia menyediakan berbagai ukuran emas lantakan , mulai dari 1 gram sampai 1.000 gram. Seperti di toko emas biasa, ongkos jasa juga dikenakan oleh Logam Mulia. Untuk pembelian emas lantakan di kutip Rp.33.500 per gramnya. Makin besar pembelian emas, makin kecil ongkos jasanya. Logam Mulia tidak mengenakan ongkos jasa untuk pembelian emas lantakan mulai 100 gram.
Rabu, 03 Februari 2010
Sejarah Thifan Po Khan
Sejarah Thifan Po Khan PDF E-mail
Written by Andi Rahmanto
Wednesday, 06 May 2009 03:28
Thifan adalah nama suatu daerah di Negeri Turkistan Timur, daerah jajahan China yang kemudian diganti namanya menjadi Sin Kiang, yang artinya Negeri Baru (Lihat Turkistan: Negeri Islam Yang Hilang, DR. Najib Kailany). Namun kalau kita simak dalam peta dunia, yang akan kita temukan adalah nama Turfan, daerah otonomi yang termasuk dalam wilayah China Utara.
Turkistan Barat dijajah oleh Rusia yang memasukkannya ke dalam wilayah Uni Sovyet. Sebelum Islam datang ke daerah ini, beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan, Mongol, Naiman, dan Kati telah memiliki sejenis ilmu beladiri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang dinamakan "kagrul", yang dipadukan dengan pengaturan napas Kampa.
Dakwah Islam mulai disebarkan di Turkistan kira-kira pada dua abad setelah hijriah, sebagaimana tertulis dalam Kitab Zhodam : "Maka tatkala sampailah dua abad lepas hijrah orang-orang sempadan tanah China arah utara itu masuk Islam. Lalu ilmu pembelaan diri masa mereka memeluk Budha itu dibawanya pula dalam alam Islam, tetapi ditinggalkannya segala upacara yang bersangkut paut dengan kebudhaannya seumpama segala penyembahan, cara bersalam dengan mengatupkan kedua belah tangan, lambang-lambang, dan segala istilah."(ZHODAM, Syiharani, halaman 9).
Menurut M. Rafiq Khan dalam bukunya "Islam di Tiongkok", mengatakan sebagai berikut : "Orang Muslim pertama yang datang di Tiongkok ialah dalam zaman pemerintahan Tai Tsung, kaisar kedua dari dinasti Tang (627-650 Masehi). Jumlah mereka ada empat orang, seorang berkedudukan di Kanton, yang kedua di kota Yang Chow, yang ketiga dan yang keempat berdiam di kota Chuang Chow. Orang yang mula-mula mengajarkan Islam ialah Saad bin Abi Waqqas, yang meletakkan batu-batu pertama mesjid Kanton yang terkenal sekarang sebagai Wai-Shin-Zi, yaitu Mesjid untuk kenang-kenangan kepada Nabi."
Dituliskannya pula bahwa selama Pemerintahan Tai Chong (Kaisar ke-2 dari Dinasti Tsung tahun 960-1279 Masehi) Tiongkok diserbu oleh penguasa Muslim dari Kashgharia, yaitu Baghra Khan beserta pasukannya, lalu menduduki Sin Kiang (Simak : Islam di Tiongkok; M. Rafiq Khan dan Sejarah Da'wah Islam; Thomas W. Arnold).
Hal ini disepakati oleh seorang China ahli sejarah terkenal yang bernama Prof. Chin Yuan menyatakan bahwa orang-orang Islam mengirimkan utusan-utusan mereka ke Tiongkok dalam tahun 651, utusan-utusan itu bertemu dengan Kaisar Tiongkok di Changan (Sianfu), ibukota Tiongkok pada waktu itu. Pada tahun 713 M. perbatasan barat Tiongkok dikuasai oleh seorang jenderal Arab yang terkenal bernama Qutaiba bin Muslim, pada waktu itu ia telah menaklukkan daerah yang luas di Asia Tengah dan namanya sangat ditakuti.
Dari uraian di atas dapat dilihat bagaimana hubungan atau interaksi antara dakwah Islam dengan tumbuhnya berbagai macam beladiri di kawasan China, sehingga terjadi pula Islamisasi beladiri. Sesuai dengan bahasa Urwun yang merupakan bahasa asalnya, Thifan Po khan berarti "Kepalan Tangan Bangsawan Thifan". Beladiri ini mempunyai riwayat tersendiri yang khas sebagaimana diceritakan dalam kitab yang bernama Zhodam.
Pada awalnya ada sejenis cara pembelaan diri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang disebut Kagrul, bercampur Kumfu China Purba. Tersebutlah seorang pendeta Budha bernama Ponitorm/Tamo Sozhu/Tatmo/Darma Taishi yang berasal dari Hindustan, ia mengembara ke China untuk menyebarkan ajarannya.
Dalam pengembaraannya sampailah ia ke kawasan Liang yang diperintah oleh Raja Wu, karena terkena fitnah ia melarikan diri dan sampai di Bukit Kao, di sana ia merenung selama 9 tahun. Menyadari murid-muridnya sering mendapat gangguan, baik dari binatang buas, manusia, atau penyakit yang mengakibatkan kurang lancarnya misi penyebaran agama Budha, maka ia pun menyusun suatu rangkaian gerak pembelaan diri seperti tersebut di atas.
Campuran Kumfu China Purba dengan Kampahana Tinju Hindustan yang diatur dengan jalan pernapasan Yoga Dahtayana membentuk Shourim Kumfu/Shaolin Kungfu di wihara-wihara. Pengkajian beladiri ini disusun dalam Kitab I Zen Zang serta ilmu batinnya dalam Kitab Hzen Souzen. Sampai di sini ada kesamaan sejarah dengan beladiri lain seperti Shorinji Kempo, Karate, dan lain-lain, yang masih satu sumber.
Aliran Shourim terus berkembang ke arah utara China dan memasuki daerah orang Lama (Tibet) dan orang Wigu (Turkistan). Di sana aliran Shourim ini pun pecah menjadi berpuluh-puluh cabang. Setiap cabang pun berkembang dan terpengaruh alam tempat pertumbuhan aliran tersebut. Pecahnya Shourim menjadi berbagai macam aliran ini disebabkan Dinasti yang berkuasa tidak menyukai orang Shourim.
Tersebutlah seorang bangsawan bernama Je'nan dari Suku Tayli yang pandai ilmu Syara dan terkenal sebagai ahund (ustadz atau guru) muda. Je'nan menghimpun ilmu-ilmu beladiri itu dan ia pun berguru pada pendekar Namsuit serta orang-orang Wigu. Bersama para pendekar Muslim lain yang memiliki keahlian ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldsyuk, Silat Kitan, Tayli, mereka pun membentuk sebuah aliran bernama Shurul Khan (siasat para raja/bangsawan).
Dari Shurul Khan inilah terbentuk sembilan aliran, aliran-aliran ini kemudian digubah, ditambah, ditempa, dialurkan, lalu dipilah, diteliti dan dikaji sebagai cikal bakal munculnya Thifan Po Khan. Pada masa itu pengaruh ajaran Islam sudah masuk ke dalam beladiri ini.
Perkembangan Thifan Po Khan di Indonesia
Diperkirakan Thifan masuk ke Indonesia pada tahun 1678 pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kerajaan Lamuri, pada saat itu Sultan Malik Muzafar Syah mendatangkan pelatih-pelatih dari Turki Timur yang kemudian disebarkan ke kalangan para bangsawan di Sumatera (dapat dilihat dalam Kisah Raja-raja Lamuri/ Raja Pasai).
Pada abad ke-18 Tuanku Rao dan kawan-kawan mengembangkan ilmu ini ke daerah-daerah Padang, Tapanuli Selatan dan Minang, hingga tersebar ke Bonjol, Sumatera bagian Timur dan Riau yang berpusat di Air Jernih, Batang Uyun (Merbau). Dari Merbau ini diperkirakan menyebar ke Malaysia dan Thailand. Dari Merbau dan Bonjol menyusuri pantai utara Sumatera sampai ke kota Muko-Muko dan akhirnya masuk ke pulau Jawa, terus menyebar dan tidak diketahui ke mana saja penyebarannya.
Sekitar tahun 1900-an Tuanku Haji (Hang) Uding membawa ilmu Thifan ini ke pulau Jawa dan menyebarkannya di daerah Betawi dan sekitarnya.Masuknya ilmu Thifan ke pulau Jawa ada yang langsung yaitu yang disebarkan oleh orang-orang Tartar ke pulau Jawa sambil berdagang kain, ada pula yang tidak lansung yaitu melalui pesisir pulau Sumatera seperti tersebut di atas.
Pada masa SDI dan SI ada beberapa pemuda Islam yang mengkaji beladiri Thifan Po Khan, kemudian pada masa Masyumi beladiri Thifan Po Khan mulai berkembang dan dikaji oleh beberapa kelompok pemuda Islam tetapi tidak berlanjut.
Pada tahun 1960an gerakan-gerakan keislaman mulai surut, beladiri-beladiri yang berasaskan Islam pun ikut surut, sehingga penyebarannya pun terjadi dengan sembunyi-sembunyi, begitu juga dengan Thifan Po Khan yang berasaskan Islam, penyebarannya kembali surut, pada masa itu hanya beberapa orang saja yang mengkaji Thifan Po Khan dan itupun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.
Pada masa Orba untuk pertama kalinya gerakan keislaman mulai timbul kembali dalam batas-batas tertentu, dan akhirnya tersendat kembali. Pada waktu itu penyebaran beladiri Thifan Po Khan kembali surut dan hanya dikaji oleh beberapa orang saja secara pribadi dan tidak dibuka secara umum.
Pada tahun 1972 Thifan Po Khan mulai diajarkan kembali secara pribadi-pribadi di kalangan pemuda PERSIS, walaupun banyak tantangan dari kalangan pemuda PERSIS sendiri, akhirnya pada tahun 1976 dibentuk Yayasan Thifan Po Khan, tapi yayasan itu tidak berkembang karena beberapa kendala, beladiri Thifan Po Khan pun hampir hilang dari permukaan.
Pada tahun 1980an beladiri Thifan Po Khan mulai tersebar ke berbagai wilayah di pulau Jawa, tetapi penyebarannya terbatas pada Pesantren-pesantren PERSIS dan pemuda-pemuda masjid.
Pada tahun 1987an berdiri lembaga olah raga beladiri Thifan Po Khan, kemudian berganti-ganti badan hukum, timbul beberapa kendala di dalamnya dan akhirnya terbentuklah Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia pada awal tahun 2005.
Sebenarnya cukup banyak orang yang berjasa dalam menyebarkan ilmu Thifan Po Khan di pulau Jawa, tetapi nama-nama mereka tidak dikenal dan penyebarannyapun tidak diketahui ke mana saja.
Sumber:
http://thifanpokhan.org/index.php?pilih=hal&id=3
Written by Andi Rahmanto
Wednesday, 06 May 2009 03:28
Thifan adalah nama suatu daerah di Negeri Turkistan Timur, daerah jajahan China yang kemudian diganti namanya menjadi Sin Kiang, yang artinya Negeri Baru (Lihat Turkistan: Negeri Islam Yang Hilang, DR. Najib Kailany). Namun kalau kita simak dalam peta dunia, yang akan kita temukan adalah nama Turfan, daerah otonomi yang termasuk dalam wilayah China Utara.
Turkistan Barat dijajah oleh Rusia yang memasukkannya ke dalam wilayah Uni Sovyet. Sebelum Islam datang ke daerah ini, beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan, Mongol, Naiman, dan Kati telah memiliki sejenis ilmu beladiri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang dinamakan "kagrul", yang dipadukan dengan pengaturan napas Kampa.
Dakwah Islam mulai disebarkan di Turkistan kira-kira pada dua abad setelah hijriah, sebagaimana tertulis dalam Kitab Zhodam : "Maka tatkala sampailah dua abad lepas hijrah orang-orang sempadan tanah China arah utara itu masuk Islam. Lalu ilmu pembelaan diri masa mereka memeluk Budha itu dibawanya pula dalam alam Islam, tetapi ditinggalkannya segala upacara yang bersangkut paut dengan kebudhaannya seumpama segala penyembahan, cara bersalam dengan mengatupkan kedua belah tangan, lambang-lambang, dan segala istilah."(ZHODAM, Syiharani, halaman 9).
Menurut M. Rafiq Khan dalam bukunya "Islam di Tiongkok", mengatakan sebagai berikut : "Orang Muslim pertama yang datang di Tiongkok ialah dalam zaman pemerintahan Tai Tsung, kaisar kedua dari dinasti Tang (627-650 Masehi). Jumlah mereka ada empat orang, seorang berkedudukan di Kanton, yang kedua di kota Yang Chow, yang ketiga dan yang keempat berdiam di kota Chuang Chow. Orang yang mula-mula mengajarkan Islam ialah Saad bin Abi Waqqas, yang meletakkan batu-batu pertama mesjid Kanton yang terkenal sekarang sebagai Wai-Shin-Zi, yaitu Mesjid untuk kenang-kenangan kepada Nabi."
Dituliskannya pula bahwa selama Pemerintahan Tai Chong (Kaisar ke-2 dari Dinasti Tsung tahun 960-1279 Masehi) Tiongkok diserbu oleh penguasa Muslim dari Kashgharia, yaitu Baghra Khan beserta pasukannya, lalu menduduki Sin Kiang (Simak : Islam di Tiongkok; M. Rafiq Khan dan Sejarah Da'wah Islam; Thomas W. Arnold).
Hal ini disepakati oleh seorang China ahli sejarah terkenal yang bernama Prof. Chin Yuan menyatakan bahwa orang-orang Islam mengirimkan utusan-utusan mereka ke Tiongkok dalam tahun 651, utusan-utusan itu bertemu dengan Kaisar Tiongkok di Changan (Sianfu), ibukota Tiongkok pada waktu itu. Pada tahun 713 M. perbatasan barat Tiongkok dikuasai oleh seorang jenderal Arab yang terkenal bernama Qutaiba bin Muslim, pada waktu itu ia telah menaklukkan daerah yang luas di Asia Tengah dan namanya sangat ditakuti.
Dari uraian di atas dapat dilihat bagaimana hubungan atau interaksi antara dakwah Islam dengan tumbuhnya berbagai macam beladiri di kawasan China, sehingga terjadi pula Islamisasi beladiri. Sesuai dengan bahasa Urwun yang merupakan bahasa asalnya, Thifan Po khan berarti "Kepalan Tangan Bangsawan Thifan". Beladiri ini mempunyai riwayat tersendiri yang khas sebagaimana diceritakan dalam kitab yang bernama Zhodam.
Pada awalnya ada sejenis cara pembelaan diri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang disebut Kagrul, bercampur Kumfu China Purba. Tersebutlah seorang pendeta Budha bernama Ponitorm/Tamo Sozhu/Tatmo/Darma Taishi yang berasal dari Hindustan, ia mengembara ke China untuk menyebarkan ajarannya.
Dalam pengembaraannya sampailah ia ke kawasan Liang yang diperintah oleh Raja Wu, karena terkena fitnah ia melarikan diri dan sampai di Bukit Kao, di sana ia merenung selama 9 tahun. Menyadari murid-muridnya sering mendapat gangguan, baik dari binatang buas, manusia, atau penyakit yang mengakibatkan kurang lancarnya misi penyebaran agama Budha, maka ia pun menyusun suatu rangkaian gerak pembelaan diri seperti tersebut di atas.
Campuran Kumfu China Purba dengan Kampahana Tinju Hindustan yang diatur dengan jalan pernapasan Yoga Dahtayana membentuk Shourim Kumfu/Shaolin Kungfu di wihara-wihara. Pengkajian beladiri ini disusun dalam Kitab I Zen Zang serta ilmu batinnya dalam Kitab Hzen Souzen. Sampai di sini ada kesamaan sejarah dengan beladiri lain seperti Shorinji Kempo, Karate, dan lain-lain, yang masih satu sumber.
Aliran Shourim terus berkembang ke arah utara China dan memasuki daerah orang Lama (Tibet) dan orang Wigu (Turkistan). Di sana aliran Shourim ini pun pecah menjadi berpuluh-puluh cabang. Setiap cabang pun berkembang dan terpengaruh alam tempat pertumbuhan aliran tersebut. Pecahnya Shourim menjadi berbagai macam aliran ini disebabkan Dinasti yang berkuasa tidak menyukai orang Shourim.
Tersebutlah seorang bangsawan bernama Je'nan dari Suku Tayli yang pandai ilmu Syara dan terkenal sebagai ahund (ustadz atau guru) muda. Je'nan menghimpun ilmu-ilmu beladiri itu dan ia pun berguru pada pendekar Namsuit serta orang-orang Wigu. Bersama para pendekar Muslim lain yang memiliki keahlian ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldsyuk, Silat Kitan, Tayli, mereka pun membentuk sebuah aliran bernama Shurul Khan (siasat para raja/bangsawan).
Dari Shurul Khan inilah terbentuk sembilan aliran, aliran-aliran ini kemudian digubah, ditambah, ditempa, dialurkan, lalu dipilah, diteliti dan dikaji sebagai cikal bakal munculnya Thifan Po Khan. Pada masa itu pengaruh ajaran Islam sudah masuk ke dalam beladiri ini.
Perkembangan Thifan Po Khan di Indonesia
Diperkirakan Thifan masuk ke Indonesia pada tahun 1678 pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kerajaan Lamuri, pada saat itu Sultan Malik Muzafar Syah mendatangkan pelatih-pelatih dari Turki Timur yang kemudian disebarkan ke kalangan para bangsawan di Sumatera (dapat dilihat dalam Kisah Raja-raja Lamuri/ Raja Pasai).
Pada abad ke-18 Tuanku Rao dan kawan-kawan mengembangkan ilmu ini ke daerah-daerah Padang, Tapanuli Selatan dan Minang, hingga tersebar ke Bonjol, Sumatera bagian Timur dan Riau yang berpusat di Air Jernih, Batang Uyun (Merbau). Dari Merbau ini diperkirakan menyebar ke Malaysia dan Thailand. Dari Merbau dan Bonjol menyusuri pantai utara Sumatera sampai ke kota Muko-Muko dan akhirnya masuk ke pulau Jawa, terus menyebar dan tidak diketahui ke mana saja penyebarannya.
Sekitar tahun 1900-an Tuanku Haji (Hang) Uding membawa ilmu Thifan ini ke pulau Jawa dan menyebarkannya di daerah Betawi dan sekitarnya.Masuknya ilmu Thifan ke pulau Jawa ada yang langsung yaitu yang disebarkan oleh orang-orang Tartar ke pulau Jawa sambil berdagang kain, ada pula yang tidak lansung yaitu melalui pesisir pulau Sumatera seperti tersebut di atas.
Pada masa SDI dan SI ada beberapa pemuda Islam yang mengkaji beladiri Thifan Po Khan, kemudian pada masa Masyumi beladiri Thifan Po Khan mulai berkembang dan dikaji oleh beberapa kelompok pemuda Islam tetapi tidak berlanjut.
Pada tahun 1960an gerakan-gerakan keislaman mulai surut, beladiri-beladiri yang berasaskan Islam pun ikut surut, sehingga penyebarannya pun terjadi dengan sembunyi-sembunyi, begitu juga dengan Thifan Po Khan yang berasaskan Islam, penyebarannya kembali surut, pada masa itu hanya beberapa orang saja yang mengkaji Thifan Po Khan dan itupun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.
Pada masa Orba untuk pertama kalinya gerakan keislaman mulai timbul kembali dalam batas-batas tertentu, dan akhirnya tersendat kembali. Pada waktu itu penyebaran beladiri Thifan Po Khan kembali surut dan hanya dikaji oleh beberapa orang saja secara pribadi dan tidak dibuka secara umum.
Pada tahun 1972 Thifan Po Khan mulai diajarkan kembali secara pribadi-pribadi di kalangan pemuda PERSIS, walaupun banyak tantangan dari kalangan pemuda PERSIS sendiri, akhirnya pada tahun 1976 dibentuk Yayasan Thifan Po Khan, tapi yayasan itu tidak berkembang karena beberapa kendala, beladiri Thifan Po Khan pun hampir hilang dari permukaan.
Pada tahun 1980an beladiri Thifan Po Khan mulai tersebar ke berbagai wilayah di pulau Jawa, tetapi penyebarannya terbatas pada Pesantren-pesantren PERSIS dan pemuda-pemuda masjid.
Pada tahun 1987an berdiri lembaga olah raga beladiri Thifan Po Khan, kemudian berganti-ganti badan hukum, timbul beberapa kendala di dalamnya dan akhirnya terbentuklah Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia pada awal tahun 2005.
Sebenarnya cukup banyak orang yang berjasa dalam menyebarkan ilmu Thifan Po Khan di pulau Jawa, tetapi nama-nama mereka tidak dikenal dan penyebarannyapun tidak diketahui ke mana saja.
Sumber:
http://thifanpokhan.org/index.php?pilih=hal&id=3
Target Latihan Thifan Po Khan
Target Latihan Thifan Po Khan
Sudah berapa lama antum latihan Thifan? Sudah bisa apa sekarang? Mungkin kita pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu, dan jawaban standar kita cukupkan dengan mengatakan yah begitu deh...sudah bisa mukul, nendang, nangkis bla bla bla...Trus apa lagi? Sebagian dari kita mungkin akan bingung menjawab dengan tepat pertanyaan tersebut. Bahkan ada seorang teman yang berkata, kita ikut saja seperti air mengalir, lama-lama kita akan sampai juga ke muaranya. Menurut saya teman saya ini ada benarnya, asalkan perjalanan air lancar, maka akan sampai ke muara, tapi bagaimana kalau tidak lancar, salah belok dan akhirnya habis energi sebelum sampai muara?
Sebuah kisah di bawah ini mungkin menarik untuk diambil hikmahnya. Seorang perenang kelas dunia bermaksud menyeberangi Selat California, dia sebelumnya mampu menyeberangi selat-selat yang lain dengan sukses. Pada pagi musin dingin yang berkabut, di saat banyak orang lebih suka meringkuk di tempat tidur, mulailah dia berenang menyeberangi Selat California. Kabut yang sangat tebal menyebabkan dia hanya mampu melihat arah kedepan tidak lebih dari 100 meter. Sepanjang berenang dia hanya mempercayakan kepada arah yang dituju, di bawah kesaksian tim yang terus memberi dorongan. Ia terus berusaha berenang dengan gigih, tetapi karena tidak mengetahui kapan dia akan sampai ke tujuan maka akhirnya dia dengan berat hati memutuskan diri untuk tidak melanjutkan berenang, padahal sisa jarak sebenarnya tinggal setengah mil lagi, jarak yang tidak terlalu sulit untuk di capai oleh seorag ahli renang seperti dia. Dan pada kesempatan lain ketika kabut tidak menghalangi pandangan, dengan mudah dia mampu menyeberangi selat California tersebut.
Target dalam latihan akan berpengaruh dalam sisi psikologis. Menurut Prof. Dr Singgih Dirga Gunarsa, faktor psikologis sangat menentukan keberhasilan latihan, bahkan porsinya bisa mencapai 90 %. Dalam dunia manajemen, tujuan(goal) merupakan sesuatu yang sangat crusial, karena akan menuntun kemana arah tujuan latihan kita. Sebaiknya kita memiliki target jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, dan pada masing-masing tahapan tersebut di masukkan Key Performanced Indicator (Indakator Keberhasilan), sehingga kita akan mengetahui apakah kita sudah berhasil dalam latihan atau belum.
Generasi awal Thifan adalah sebuah contoh ideal yang dapat kita jadikan target jangka panjang, misalnya Ust Je’nan yang merupakan kampiumnya Thifan, beliau adalah yang paling sempurna dalam mempelejari Thifan, sehingga semua kriteria ada pada beliau. Beliau ahli dalam daht, senjata, kelincahan dan lain-lain. Atau kita akan mengambil contoh lain misalnya Ust Ahmed Bain yang ahli dalam senjata khususnya pedang, Ust Amak Shankai yang digelari Pendekar Langkah, beliau sangat lincah sehingga tidak ada satupun musuh yang mampu melukan atau menangkapnya. Ust Namsuit, ahli daht panas dan dingin,Lulu Ting pendekar selendang, yang mampu menjadikan selendang sebagai senjata setelah dilampiri daht. Ust Ufan Kittan, Ust Umat Bathar dan pendekar Thifan lain yang mampu melakukan serangan dengan daht panas dan dingin serta dengan mudah meluhmpukkan musuh bersenjata dengan tangan kosong. Semua kisah tersebut dapat kita baca di Kitab Zhodam yang merupakan kumpulan dari sejarah pendekar-pendekar Thifan Po Khan.
Tujuan jangka menengah dapat kita ambil dari target tiap tingkat. Terdapat 12 tingkat dalam Thifan, dan tiap tingkat mempunyai target pencapaian yang berbeda. Misalnya tingkat dasar kita harus mampu memukul dan menendang dengan baik, target tingkat lainnya harus mampu menangkis seperti angin, yang berarti menangkis dengan sangat cepat. Disebutkan juga dalam tingkat lain, bahwa kita harus mahir dalam banyak jenis tendangan, lincah dalam melakukan langkah dan senam kelincahan seperti loncat harimau, baling-baling dan lain-lain. Bahkan menurut para senior, ditingkat atas ketika kita diserang dengan rotan maka tangkisan kita harus mampu menghancurkan rotan tersebut, dan bukan hanya membuat rotan itu patah. Subhanallah ....
Target jangka pendek adalah target perjurus, apakah kita sudah mampu menghapal dan melakukan jurus seperti yang diharapkan dalam kitab. Tiap jurus mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga membutuhkan pengulangan dan penghayatan yang spesifik. Agar mampu menghayati jurus membutuhkan pengulangan berkali-kali, puluhan kali, ratusan atau bahkan ribuan kali. Misalnya jurus harimau, apakah benar gerakan kita sudah seperti harimau atau apakah cakaran kita sudah sekuat harimau, sehingga ketika mencakar mampu melukai lawan. Jangan sampai ketika menyerang justru cakar kita yang cidera karena tidak kuat, kaki kita cidera ketika menendang atau malah tangan bengkak ketika menangkis ....???
Pembimbing mempunyai peran yang sangat strategis dalam keberhasilan tamid. Dalam survey disebutkan 80 % keberhasilan tamid ditentukan oleh pembimbing.Pembimbing harus mampu melakukan proses coaching dan counselling dengan baik,tidak akan membiarkan tamid berlatih tanpa arah dan membiarkan tamid berlatih dengan target yang rendah, misalnya cukuplah yang penting tamid hapal jurus atau yang penting tamid datang dalam setiap latihan. Hal tersebut sangatlah jauh dari target sebenarnya, karena dengan cara seperti itu, tamid yang kritis mungkin akan cepat bosan karena tidak mendapatkan kemajuan yang berarti dalam setiap latihan. Sangatlah aneh misalnya tidak ada perbedaan antara tamid tingkat 1 dengan tamid tingkat 2 atau tingkat selanjutnya, perbendaan yang mendasar hanyalah jurus yang bertambah, tetapi dari segi skill, stamina, power, speed dan hal penting lainnya tetap sama. Kalau hal ini terjadi tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan demotivasi bagi tamid-tamid baru, karena para yunior biasanya selalu melihat hasil dari seniornya...
Nah pertanyaan sekarang, sudah seperti apakah hasil latihan kita? Apakah sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya? Apakah kita sudah mempunyai target dalam latihan? Kalau sudah maka teruslah bersemangat, dan kalau belum mari kita tingkatkan latihan kita dengan cara berlatih secara ikhlas, berlatih secara keras dan berlatih secara cerdas ....Allahu Akbar
(Herman – Tamid PTI)
Sudah berapa lama antum latihan Thifan? Sudah bisa apa sekarang? Mungkin kita pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu, dan jawaban standar kita cukupkan dengan mengatakan yah begitu deh...sudah bisa mukul, nendang, nangkis bla bla bla...Trus apa lagi? Sebagian dari kita mungkin akan bingung menjawab dengan tepat pertanyaan tersebut. Bahkan ada seorang teman yang berkata, kita ikut saja seperti air mengalir, lama-lama kita akan sampai juga ke muaranya. Menurut saya teman saya ini ada benarnya, asalkan perjalanan air lancar, maka akan sampai ke muara, tapi bagaimana kalau tidak lancar, salah belok dan akhirnya habis energi sebelum sampai muara?
Sebuah kisah di bawah ini mungkin menarik untuk diambil hikmahnya. Seorang perenang kelas dunia bermaksud menyeberangi Selat California, dia sebelumnya mampu menyeberangi selat-selat yang lain dengan sukses. Pada pagi musin dingin yang berkabut, di saat banyak orang lebih suka meringkuk di tempat tidur, mulailah dia berenang menyeberangi Selat California. Kabut yang sangat tebal menyebabkan dia hanya mampu melihat arah kedepan tidak lebih dari 100 meter. Sepanjang berenang dia hanya mempercayakan kepada arah yang dituju, di bawah kesaksian tim yang terus memberi dorongan. Ia terus berusaha berenang dengan gigih, tetapi karena tidak mengetahui kapan dia akan sampai ke tujuan maka akhirnya dia dengan berat hati memutuskan diri untuk tidak melanjutkan berenang, padahal sisa jarak sebenarnya tinggal setengah mil lagi, jarak yang tidak terlalu sulit untuk di capai oleh seorag ahli renang seperti dia. Dan pada kesempatan lain ketika kabut tidak menghalangi pandangan, dengan mudah dia mampu menyeberangi selat California tersebut.
Target dalam latihan akan berpengaruh dalam sisi psikologis. Menurut Prof. Dr Singgih Dirga Gunarsa, faktor psikologis sangat menentukan keberhasilan latihan, bahkan porsinya bisa mencapai 90 %. Dalam dunia manajemen, tujuan(goal) merupakan sesuatu yang sangat crusial, karena akan menuntun kemana arah tujuan latihan kita. Sebaiknya kita memiliki target jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, dan pada masing-masing tahapan tersebut di masukkan Key Performanced Indicator (Indakator Keberhasilan), sehingga kita akan mengetahui apakah kita sudah berhasil dalam latihan atau belum.
Generasi awal Thifan adalah sebuah contoh ideal yang dapat kita jadikan target jangka panjang, misalnya Ust Je’nan yang merupakan kampiumnya Thifan, beliau adalah yang paling sempurna dalam mempelejari Thifan, sehingga semua kriteria ada pada beliau. Beliau ahli dalam daht, senjata, kelincahan dan lain-lain. Atau kita akan mengambil contoh lain misalnya Ust Ahmed Bain yang ahli dalam senjata khususnya pedang, Ust Amak Shankai yang digelari Pendekar Langkah, beliau sangat lincah sehingga tidak ada satupun musuh yang mampu melukan atau menangkapnya. Ust Namsuit, ahli daht panas dan dingin,Lulu Ting pendekar selendang, yang mampu menjadikan selendang sebagai senjata setelah dilampiri daht. Ust Ufan Kittan, Ust Umat Bathar dan pendekar Thifan lain yang mampu melakukan serangan dengan daht panas dan dingin serta dengan mudah meluhmpukkan musuh bersenjata dengan tangan kosong. Semua kisah tersebut dapat kita baca di Kitab Zhodam yang merupakan kumpulan dari sejarah pendekar-pendekar Thifan Po Khan.
Tujuan jangka menengah dapat kita ambil dari target tiap tingkat. Terdapat 12 tingkat dalam Thifan, dan tiap tingkat mempunyai target pencapaian yang berbeda. Misalnya tingkat dasar kita harus mampu memukul dan menendang dengan baik, target tingkat lainnya harus mampu menangkis seperti angin, yang berarti menangkis dengan sangat cepat. Disebutkan juga dalam tingkat lain, bahwa kita harus mahir dalam banyak jenis tendangan, lincah dalam melakukan langkah dan senam kelincahan seperti loncat harimau, baling-baling dan lain-lain. Bahkan menurut para senior, ditingkat atas ketika kita diserang dengan rotan maka tangkisan kita harus mampu menghancurkan rotan tersebut, dan bukan hanya membuat rotan itu patah. Subhanallah ....
Target jangka pendek adalah target perjurus, apakah kita sudah mampu menghapal dan melakukan jurus seperti yang diharapkan dalam kitab. Tiap jurus mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga membutuhkan pengulangan dan penghayatan yang spesifik. Agar mampu menghayati jurus membutuhkan pengulangan berkali-kali, puluhan kali, ratusan atau bahkan ribuan kali. Misalnya jurus harimau, apakah benar gerakan kita sudah seperti harimau atau apakah cakaran kita sudah sekuat harimau, sehingga ketika mencakar mampu melukai lawan. Jangan sampai ketika menyerang justru cakar kita yang cidera karena tidak kuat, kaki kita cidera ketika menendang atau malah tangan bengkak ketika menangkis ....???
Pembimbing mempunyai peran yang sangat strategis dalam keberhasilan tamid. Dalam survey disebutkan 80 % keberhasilan tamid ditentukan oleh pembimbing.Pembimbing harus mampu melakukan proses coaching dan counselling dengan baik,tidak akan membiarkan tamid berlatih tanpa arah dan membiarkan tamid berlatih dengan target yang rendah, misalnya cukuplah yang penting tamid hapal jurus atau yang penting tamid datang dalam setiap latihan. Hal tersebut sangatlah jauh dari target sebenarnya, karena dengan cara seperti itu, tamid yang kritis mungkin akan cepat bosan karena tidak mendapatkan kemajuan yang berarti dalam setiap latihan. Sangatlah aneh misalnya tidak ada perbedaan antara tamid tingkat 1 dengan tamid tingkat 2 atau tingkat selanjutnya, perbendaan yang mendasar hanyalah jurus yang bertambah, tetapi dari segi skill, stamina, power, speed dan hal penting lainnya tetap sama. Kalau hal ini terjadi tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan demotivasi bagi tamid-tamid baru, karena para yunior biasanya selalu melihat hasil dari seniornya...
Nah pertanyaan sekarang, sudah seperti apakah hasil latihan kita? Apakah sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya? Apakah kita sudah mempunyai target dalam latihan? Kalau sudah maka teruslah bersemangat, dan kalau belum mari kita tingkatkan latihan kita dengan cara berlatih secara ikhlas, berlatih secara keras dan berlatih secara cerdas ....Allahu Akbar
(Herman – Tamid PTI)
Kuda-kuda Dalam Beladiri
Kuda-kuda Dalam Beladiri
Beladiri tanpa kuda-kuda ibarat rumah tanpa pondasi. Mungkin perumpamaan ini benar, karena hampir seluruh beladiri mempunyai kuda-kuda, baik kuda-kuda umum maupun kuda-kuda khusus. Demikian juga dengan Thifan Po Khan, disebutkan dalam kitab Thifan bahwa kuda-kuda atau tsebe merupakan tiang dari beladiri Thifan Po Khan. Sedemikian pentingnya kuda-kuda bagi Thifan maka pelajaran mengenai hal ini sudah harus mulai dilatih dengan serius pada tingkat dasar.
Banyak ragam metode untuk menguatkan kuda-kuda, misalnya dengan berdiam diri dengan posisi kuda-kuda dengan waktu yang lama. Di beladiri tertentu bahkan terdapat jurus khusus untuk menguatkan kuda-kuda, semakin tinggi tingkatan maka penguatan kuda-kuda dapat ditingkatkan dengan menggunakan beban. Metode yang juga sangat penting adalah dengan memperbanyak lari, sebaiknya lari ini tidak hanya dilakukan di tanah datar, tetapi juga dilakukan di tanah mendaki, menurun atau bergelombang. Dengan latihan seperti ini maka kaki akan semakin kokoh menapak disegala posisi karena ketika bertarung kita tidak sepenuhnya dapat menentukan lokasi pertempuran, misalnya kita hanya mau bertarung di daerah datar atau daerah yang berumput saja. Latihan kuda-kuda akan semakin bagus untuk dilatih di daerah yang licin atau daerah yang statis misalnya di atas perahu, metode penguatan yang lain adalah dengan cara berlatih di laut dengan menahan hantaman ombak, jenis latihan ini harus hati-hati karena kalau belum kuat dan tidak didampingi rekan latihan bisa membawa petaka yaitu terseret ombak laut. Yang sedikit lebih aman adalah dengan berlatih di bawah air terjun dengan cara menahan diri dari terjangan air terjun. Dan masih banyak lagi metode untuk menguatkan kuda-kuda atau tsebe ini, salah satunya kalau kita lihat terdapat juga dalam senam daht, khususnya senam daht yang ke enam. Dan untuk lebih detailnya silakan hubungi pembimbing masing-masing.....
Di dalam Thifan Po Khan terdapat tiga jenis kuda-kuda (tsebe) yaitu tsebe ul (kuda-kuda tegak sejajar), oklay tsebe (kuda-kuda miring) dan opcak tsebe-ogudai tsebe (kuda-kuda tengah simpuhan). Untuk lebih memperjelas maksud dari kuda-kuda tersebut silakan untuk ikut bergabung dengan latihan Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia di lanah-lanah yang disebutkan di blog PTI yaitu www.thifanpokhan.blogspot.com. Setiap kuda-kuda yang disebutkan di atas mempunyai fungsi dan penerapan pada jurus (tawe) yang berbeda-beda.
Kuda-kuda mempunyai fungsi yang sangat esensial dalam setiap serangan, pertahanan maupun langkah hindaran, dimana semua gerakan ini terangkum dalam jurus (tawe) yang sudah formulasikan dalam setiap tingkatannya. Tanpa kuda-kuda yang kokoh maka serangan akan menjadi lemah karena tidak adanya penopang yang kuat, demikian juga ketika menahan serangan, tanpa kuda-kuda yang kokoh maka akan mudah robohlah pertahanan kita dan ketika melakukan langkah hindaranpun keberadaan kuda-kuda sangat diperlukan, karena tidak mungkin langkah hindaran ini dapat dilakukan dengan lincah dan cepat tanpa adanya kuda-kuda yang kokoh.
Untuk para pegiat beladiri khususnya Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia, sudah saatnya sekarang untuk melakukan evaluasi terhadap diri masing-masing, apakah sudah mempunyai kuda-kuda (tsebe) yang kokoh? Atau dalam setiap berjurus (tawe) juga sudah menggunakan tsebe yang benar. Dan kalau dirasa belum maka mari kita tingkatkan kekuatan kuda-kuda kita dengan berlatih yang lebih semangat dan secara teratur. Menggunakan semua metode yang telah diberikan oleh para pembimbing. (Tamid PTI – Herman Budianto)
Beladiri tanpa kuda-kuda ibarat rumah tanpa pondasi. Mungkin perumpamaan ini benar, karena hampir seluruh beladiri mempunyai kuda-kuda, baik kuda-kuda umum maupun kuda-kuda khusus. Demikian juga dengan Thifan Po Khan, disebutkan dalam kitab Thifan bahwa kuda-kuda atau tsebe merupakan tiang dari beladiri Thifan Po Khan. Sedemikian pentingnya kuda-kuda bagi Thifan maka pelajaran mengenai hal ini sudah harus mulai dilatih dengan serius pada tingkat dasar.
Banyak ragam metode untuk menguatkan kuda-kuda, misalnya dengan berdiam diri dengan posisi kuda-kuda dengan waktu yang lama. Di beladiri tertentu bahkan terdapat jurus khusus untuk menguatkan kuda-kuda, semakin tinggi tingkatan maka penguatan kuda-kuda dapat ditingkatkan dengan menggunakan beban. Metode yang juga sangat penting adalah dengan memperbanyak lari, sebaiknya lari ini tidak hanya dilakukan di tanah datar, tetapi juga dilakukan di tanah mendaki, menurun atau bergelombang. Dengan latihan seperti ini maka kaki akan semakin kokoh menapak disegala posisi karena ketika bertarung kita tidak sepenuhnya dapat menentukan lokasi pertempuran, misalnya kita hanya mau bertarung di daerah datar atau daerah yang berumput saja. Latihan kuda-kuda akan semakin bagus untuk dilatih di daerah yang licin atau daerah yang statis misalnya di atas perahu, metode penguatan yang lain adalah dengan cara berlatih di laut dengan menahan hantaman ombak, jenis latihan ini harus hati-hati karena kalau belum kuat dan tidak didampingi rekan latihan bisa membawa petaka yaitu terseret ombak laut. Yang sedikit lebih aman adalah dengan berlatih di bawah air terjun dengan cara menahan diri dari terjangan air terjun. Dan masih banyak lagi metode untuk menguatkan kuda-kuda atau tsebe ini, salah satunya kalau kita lihat terdapat juga dalam senam daht, khususnya senam daht yang ke enam. Dan untuk lebih detailnya silakan hubungi pembimbing masing-masing.....
Di dalam Thifan Po Khan terdapat tiga jenis kuda-kuda (tsebe) yaitu tsebe ul (kuda-kuda tegak sejajar), oklay tsebe (kuda-kuda miring) dan opcak tsebe-ogudai tsebe (kuda-kuda tengah simpuhan). Untuk lebih memperjelas maksud dari kuda-kuda tersebut silakan untuk ikut bergabung dengan latihan Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia di lanah-lanah yang disebutkan di blog PTI yaitu www.thifanpokhan.blogspot.com. Setiap kuda-kuda yang disebutkan di atas mempunyai fungsi dan penerapan pada jurus (tawe) yang berbeda-beda.
Kuda-kuda mempunyai fungsi yang sangat esensial dalam setiap serangan, pertahanan maupun langkah hindaran, dimana semua gerakan ini terangkum dalam jurus (tawe) yang sudah formulasikan dalam setiap tingkatannya. Tanpa kuda-kuda yang kokoh maka serangan akan menjadi lemah karena tidak adanya penopang yang kuat, demikian juga ketika menahan serangan, tanpa kuda-kuda yang kokoh maka akan mudah robohlah pertahanan kita dan ketika melakukan langkah hindaranpun keberadaan kuda-kuda sangat diperlukan, karena tidak mungkin langkah hindaran ini dapat dilakukan dengan lincah dan cepat tanpa adanya kuda-kuda yang kokoh.
Untuk para pegiat beladiri khususnya Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia, sudah saatnya sekarang untuk melakukan evaluasi terhadap diri masing-masing, apakah sudah mempunyai kuda-kuda (tsebe) yang kokoh? Atau dalam setiap berjurus (tawe) juga sudah menggunakan tsebe yang benar. Dan kalau dirasa belum maka mari kita tingkatkan kekuatan kuda-kuda kita dengan berlatih yang lebih semangat dan secara teratur. Menggunakan semua metode yang telah diberikan oleh para pembimbing. (Tamid PTI – Herman Budianto)
Daht dan Naht
Daht dan Naht
A. Saraf dan Daht
Menurut kitab At Tib Awaasin Al Kay oleh Ahmad Ibn Ruman diterangkan bahwa saraf dibagi menjadi tiga macam :
1. Saraf Syirun pembawa perangsang dari luar
2. Saraf Fadl yaitu pembawa perintah dari pusat ssaraf ke urat-urat daging
3. Saraf pembawa daht
Di dalam saraf pembawa daht tersimpan berjuta-juta butir daht yang berputar-putar dan mempunyai daya tarik menarik.
Hal di atas sesuai menurut percobaan modern saat ini yang dilakukan oleh Hodgkin-Huxley bahwa antara dalam dan luar Axon terdapat perbedaan potensial diam, yang dapat dipengaruhi oleh cahaya, panas, dan listrik dan juga dapat dipengaruhi oleh ion-ion tertentu (misalnya ion Na +).
Dengan adanya medan listrik ini, seperti kita ketahui bahwa ada sifat dualisme antara medan listrik dan medan magnet. Jadi dengan kata lainakibat potensial diam tadi dapat menimbulkan medan magnet. Medan magnet ini terpancar ke luar permukaan tubuh kita yang dikenal orang sebagai aura, aura ini dapat dipotret dengan menggunakan foto kirlian.
Dari alasan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa memang manusia dan binatang (terutama binatang buas) mempunyai daht yang tersimpan, hanya saja ada yang mau menggunakan dan tidak, dan juga tidak bertentangan dengan sunnatullah.
B. Daht Buaian (Naht)
Daht buaian terjadi karena gerakan salah atau tidak tertib berurutan, walaupun timbul tetapi kurang berfaedah. Sifatnya berdaya tarik menarik sejenis, seperti tampak pada gerakan-gerakan seni silat Kaifeng di China. Di antara tujuh belas gerakan dimulai dengan tinju tahan bersama lemah, tahan nafan dengan kedua belah kuda-kuda tertentu. Dalam seni silat Kaifeng tidak ada penyerangan dan penghindaran, tangkisan atau berganti langkah, langkahnya hanya bergesek searah (berselunsur).
Daht buaian biasa ditampilkan dalam permaian, seperti pengisian dinding yang bermuka lebar seumpama lantai, muka dinding, udara dan langit-langit. Daht buaian diletakkan dengan jalan pandangan mata tajam terpusat sehingga daht tersalur pada kedua bola mata terpancar masuk, lalu melekat pada benda yang ditatapnya itu, atau mengisi dengan gerakan tangan sehingga keluar dari jari-jarinya daht tersebut atau dengan suara, tiupan, curahan air dan versi-versi lainnya.
Daht buaian diragukan untuk dijadikan alat pembelaan diri karena gerakan itu lemah dan tidak beracun. Orang terlempar tidak merasakan sakit, hanya berlaku bagi kawan atau lawan yang mengkaji permainan sejenis atau tengah marah.
Di Hindustan dan China terdapat beberapa macam permainan daht buaian seperti Tarayana dan Dahtayana. Diisinya lantai dan dinding baru denga alur-alur daht buaian oleh sang guru sambil menari, maka sang penari segera memasukinya dengan tarian tahan nafs, lalu penari tersebut terlemparlah tetapi tiada merasakan sakit seperti daun yang terhembus angin. Guru memacarkan daht buaian dengan tenaganya sambil menari mengisi udara, kakinya pun memancarkan daht buaian mengisi lantai, apabila penari memasukinya dengan tarian tahan nafas, maka timbullah pertentangan/pelekatan daht buaian yang tidak sejenis, akibatnyasi penari pun tertarik pusaran daht buaian sang guru. Disebabkan karena daya tolak lebih rendah dari daya tarik itu, sehingga si penari pun roboh atau terlempar.
Beberapa aliran silat China mempergunakan permainan pengisian daht buaian itu sebagai pelepas lelah setelah berlatih berat Shaolin. Daht buaian tiada mengenai sasarannya jika tidak didahului oleh lawan, karena daht buaian bekerja jika bersentuhan dengan daht buaian yang sejenis.
Seorang guru silat berpendapat bahwa permainan daht buaian berguna untuk kesehatan tubuh dan pengujian akan kebangkitan daht seorang murid. Tetapi jika teliti guru-guru pengkaji daht buaian tersebut rata-rata mengendap penyakit pernafasan.
Kitab Sin Kung dari seorang China Muslim pengkaji tarekat Sufi menceritakan kegunaan daht buaian tersebut, seperti menolak pencuri, menyuburkan tanaman, pengasih dan sebagainya. Semuanya itu menggelengkan keada pengkaji daht yang sesungguhnya, karena tidak termakan oleh akal dan menyesatkan.
Di Indonesia khususnya Jawa Barat, pada tahun 1920, Tjoa Nam Fu, China peranakan Semarang mengajarkan silat Kaifeng pembangkit manit krach, seorang muridnya bernama Mahmud dari Sarikat Islam. Kelak Mahmud setelah mendapatkan jurus-jurus Kaifeng bergelar Nampon (dari kata Namfu). Nampon berkembang ke seluruh pulau Jawa, ada yang masuk ke dalam aliran kebatinan, diantaranya jurus-jurus Lontang dan Jero, ada yang berkembang pada kalangan Sosialis dan Komunis di antaranya silat Karahan dan sebagainya.
Di kalangan pesantren telah berkembang Jurus Istighasah dan Asrar yang serumpun dengan Nampon (dari Budha) yang sudah diganti dengan bacaan dzikir.
Jurus pernafasan berkembang pesat sejak tahun 1960, ada yang diberi baju Komunis, Kong Hu Cu, Hindu Dharma dan Isla. Sekarang yang berpangkal dari ajaran jurus Kaifeng itu di antaranya : Asrar, Satria Nusantara, Al Hikmah, Sinlamba, Silat Buhun, Nampon Cikaretan, Bandon, Prana, Istighosah, Tri Rasa dan sebagianya (kurang lebih 164 aliran)
Silat Kaifeng tidak terlepas dari unsu agama, yaitu agama Budha, sedangkan agama Budha identik dengan Yoga. Sekarang jika kita kaji daht buaian menurut cara Yoga, berarti kita mengikuti satu segi ibadah dari mereka. Hal ini berlaku mengikuti ibadah suatu kaum dan kita akan digolongkan sebagai kaum ang kita ikuti tata cara ibadahnya.
C. Daht Murni
Daht adalah tenaga tersembunyi dalam diri manusia dan hewan.Ada yang bangkit bekerjadan ada yang seolah tidur. Daht tidur pun dapat bangkit bekerja karena suatu sebab kejadian yang tiba-tiba sehingga mematikan fikir atau karena dilatih kerja dengan gerakan-gerakan tertentu yang teratur dan khusyuk.
Daht yang bangkit itu ada terdapat pada tubuh hewan buas pemakan daging, sempamanya jenis kucing, harimau, singa, jenis-jenis musang, cerpelai dan sejenisnya, kemudian hewan buas laut seumpama ikan hiu, dan sejenisnya, burung buas seumpama nazar, alap-alap, rajawali, elang dan sejenisnya.
Contoh :
* Pandangan kucing ketika melihat tikus menyebabkan tikus jatuh karena mata kucing terkandung daht
* Auman harimau apabila mengenai mangsanya maka akan menjadi lemas, karena auman harimau mengandung daht
* Ular besar yang ketika membuka mulutnya maka akan menyedot mangsa menuju mulut tersebut karena tarikan daht yang kuat dari ular
* Rajawali emas dari China ketika menyambar mangsa misalnya anak kijang, maka tertariklah mangsa karena daya daht rajawali yang teletak di cengkeramnya.
* Seseorang Badwi penghuni daeah panas gersang di padang sahara biasanya mumpunyai daht mata karena selalu melatih matanya melihat ufuk, maka jika matanya sudah kuat dan menatap orang yang sedang marah, maka jatuhlah orang tersebut karena pengaruh daht matanya.
1. Daht manusia yang tersimpan
Bahwasanya tenaga daht itu terbatas dan di mana ahli tidak keluar dari adat kebiasannya,tidak keluar dari sunnatullah,hanya ada yang mau mempergunakan atau membiarkannya tersimpan.
Daht bukanlah tenaga ghaib tetapi tenaga yang sudah ada pada setiap orang dan hewan dan dapat dikaji oleh orang serta dapat dibuktikan keberadaanya. Daht itu tersimpan di dalam serabut saraf otot yang terdalam di bawah saraf-saraf perasa pada kulit. Karena itu wajar bila tenaga daht dinamakan tenaga dalam. Saraf-saraf daht itu memancarkan daya tarik dan tolak. Saraf daht terletak agak mendalam pada ulught yakni terselimut bagian tubuh lain, ada di setiap bagian tubuh lain dan berpencar pada tangan dan mata.
Maka dalam ulught itu terdapat berjuta-juta butir daht yang berputar dan mempunyai daya tarik menarik, bila terpancar ke luar tubuh tidak mungkin dapat kembali lagi, bagaikan ludah yang terbuang.
Daht dalam ulught itu merupakan benda yang berwujud karena perpaduan berbagai zat diantaranya makanan, maka daht pun mempunyai unsur tarik dan tolak. Dua jenis daht dalam ulught bila bergesek impit akan menimpulkan daya panas yang terpancar ke luar tubuh.
Bila terjadi perubahan serabut ulught pada dada kiri dan perubahan itu karena berlatih diri, maka timbullah daya dingin yang bergerak tersalur pada tangan kiri. Bila daya dingin ini dikaji terus akan mudah membuat salju dalam bejana dengan penyaluran tenaga daht dingin pada air. Apabila terjadi perubahan ulught pada dada kanan karena latihan tertentu maka terpancarlah tenaga panas yang dapat menghanguskan.
Tiap aliran gerakan itu menimbulkan gerakan yang berbeda, adakalanya dan itu tidak bekerja tetapi rusak karena gerakan salah atau pertentangan dua aliran daht. Beberapa aliran penimbul daht di antaranya : Cara Yoga, Dahtayana, Gerakan khan Shaolin, cara gerakan Orlug, gerakan Suyi, gerakan Bayroiy, Payuk.
Perbedaan dengan daht buaian (naht), naht hanya berlaku untuk orang yang mengkaji sejenis atau tengah marah (dalam batas marah) dan tidak beracun, diolah melalui bentuk-bentuk senam tanpa adanya jurus-jurus.
Daht asli dapat berlaku bagi siapa saja, tanpa perbedaan kajian, beracun dapat menghanguskan, mendinginkan, ringan melawan musuh, meringankan lompatan, menggetarkan musuh melalui suara dan sebagainya, dilatih dengan cara berjurus dan aturan makanan.
2. Perkembangan ulught (serabut otot terdalam)
Dengan berolah jurus yang teratur dan tertib dapat menguatkan ulught, tubuhpun terliat kuat berisi dan berjalan dengan tegap, tidak mudah terserang penyakit.
Perempuan dan laki-laki mempunyai perbedaan otot dan ulught. Ulught perempuan sangat halus. Seorang perempuan bertingkah keras, berolah serupa laki-laki dapat mengakibatkan rusaknya ulught dan berubahlah bentuk tubuhnya itu mendekati bentuk tubuh seorang laki-laki, buah dadanya akan berkerut menjadi kecil, otot lengan pun akan membesar mendekati otot seorang laki-laki.
Seorang laki-laki bertingkah seumpama perempuan atau berpakaian seumpama perempuan akan terbawa tenggelam dalam alam perempuan dan begitupun seorang perempuan yang bertingkah dan berpakain laki-laki akan tenggelam dalam alam laki-laki.
"Rosulullah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki "(HR Bukhari)
"Rasulullah melaknat laki-laki yang berpakaian serupa pakaian perempuan dan perempuan yang berpakaian serupa pakaian laki-laki "(HR Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Hakim)
Maka jika seorang perempuan akan berlatih pembelaan diri, hendaklah tidak berjurus serupa laki-laki dengan keras tetapi hendaklah halus sesuai fitrahnya. Mulailah dengan senam-senam khas perempuan atau senam-senam yang sesuai dengan tubuh perempuan tersebut.
3. Pertentangan daht yang berlainan
Kerusakan daht akibat belajar dua gerakan yang tidak serumpun serta keduanya mempergunakan cara pernafasan yang berbeda, seperti belajar jurus-jurus halus dengan pernafasan lain bersamaan dengan mempelajari gerakan kasar yang lain pula cara pernafasannya dalam hentakan kilat akan mengakibatkan pembentukan daht bertentangan kutub dalam saluran ulught.
Kerusakan pada saluran ulught tersebut, mula-mula impitan butir-butir daht yang bergesekitu menimbulkan bisul-bisul kecil yang berwarna kemerah-merahan yang menanti pecah.Maka jika didapatkan gejala pertentangan itu hendaklah menghentikan salah satu aliran, kerjakan aliran yang sejalan, maka bisul-bisul tersebut akan dapat dihilangkan. Tetapi bila tetap tidak menghentikan maka bisul tersebut akan makin bertambah besar dan pada akhirnyaakan pecah dan penutup ulught pun akan mengalami kerusakan.
Kerusakan ulught dapat pula menyebabkan kerusakan urat serabut saraf sekitar ulught tersebut. Hal ini mengakibatkan makin derasnya aliran darah yang menyebbabkan menyempitnya saluran darah dan jika terus berlanjut akan timbullah penyakut Fuzu. Penyakit ini sangat berbahya dan termasuk penyakit saraf yang dapat timbul pada kepada berbentuk bisul-bisul kecil ataupun kilatan-kilatan atau kunang-kunang atau pelangi. Itulah akibat pergesekan daht yang berlawanan yang terpercik bagaikan kilatan api.
Apabila ulught itu pecah akan timbullah semacam borok saraf, dan bila ulught itu putus maka sulit sembarang dokter/tabib untuk mengobatinya. JIka saraf penghubung otak dan biji mata yang putus, yakni saraf penglihatan maka mengakibatkan orang tersebut buta membuka (mata tetap terbuka walaupun tidak dapat melihat), jika ulught kaki yang pecah, maka sebelah kaki yang terkena akan mati sebelah, begitpun jika tempat lain yang terkena akan kerusakan ulught tersebut.
Disarikan dari Syiharani, Kitepi Dhat wa Naht
A. Saraf dan Daht
Menurut kitab At Tib Awaasin Al Kay oleh Ahmad Ibn Ruman diterangkan bahwa saraf dibagi menjadi tiga macam :
1. Saraf Syirun pembawa perangsang dari luar
2. Saraf Fadl yaitu pembawa perintah dari pusat ssaraf ke urat-urat daging
3. Saraf pembawa daht
Di dalam saraf pembawa daht tersimpan berjuta-juta butir daht yang berputar-putar dan mempunyai daya tarik menarik.
Hal di atas sesuai menurut percobaan modern saat ini yang dilakukan oleh Hodgkin-Huxley bahwa antara dalam dan luar Axon terdapat perbedaan potensial diam, yang dapat dipengaruhi oleh cahaya, panas, dan listrik dan juga dapat dipengaruhi oleh ion-ion tertentu (misalnya ion Na +).
Dengan adanya medan listrik ini, seperti kita ketahui bahwa ada sifat dualisme antara medan listrik dan medan magnet. Jadi dengan kata lainakibat potensial diam tadi dapat menimbulkan medan magnet. Medan magnet ini terpancar ke luar permukaan tubuh kita yang dikenal orang sebagai aura, aura ini dapat dipotret dengan menggunakan foto kirlian.
Dari alasan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa memang manusia dan binatang (terutama binatang buas) mempunyai daht yang tersimpan, hanya saja ada yang mau menggunakan dan tidak, dan juga tidak bertentangan dengan sunnatullah.
B. Daht Buaian (Naht)
Daht buaian terjadi karena gerakan salah atau tidak tertib berurutan, walaupun timbul tetapi kurang berfaedah. Sifatnya berdaya tarik menarik sejenis, seperti tampak pada gerakan-gerakan seni silat Kaifeng di China. Di antara tujuh belas gerakan dimulai dengan tinju tahan bersama lemah, tahan nafan dengan kedua belah kuda-kuda tertentu. Dalam seni silat Kaifeng tidak ada penyerangan dan penghindaran, tangkisan atau berganti langkah, langkahnya hanya bergesek searah (berselunsur).
Daht buaian biasa ditampilkan dalam permaian, seperti pengisian dinding yang bermuka lebar seumpama lantai, muka dinding, udara dan langit-langit. Daht buaian diletakkan dengan jalan pandangan mata tajam terpusat sehingga daht tersalur pada kedua bola mata terpancar masuk, lalu melekat pada benda yang ditatapnya itu, atau mengisi dengan gerakan tangan sehingga keluar dari jari-jarinya daht tersebut atau dengan suara, tiupan, curahan air dan versi-versi lainnya.
Daht buaian diragukan untuk dijadikan alat pembelaan diri karena gerakan itu lemah dan tidak beracun. Orang terlempar tidak merasakan sakit, hanya berlaku bagi kawan atau lawan yang mengkaji permainan sejenis atau tengah marah.
Di Hindustan dan China terdapat beberapa macam permainan daht buaian seperti Tarayana dan Dahtayana. Diisinya lantai dan dinding baru denga alur-alur daht buaian oleh sang guru sambil menari, maka sang penari segera memasukinya dengan tarian tahan nafs, lalu penari tersebut terlemparlah tetapi tiada merasakan sakit seperti daun yang terhembus angin. Guru memacarkan daht buaian dengan tenaganya sambil menari mengisi udara, kakinya pun memancarkan daht buaian mengisi lantai, apabila penari memasukinya dengan tarian tahan nafas, maka timbullah pertentangan/pelekatan daht buaian yang tidak sejenis, akibatnyasi penari pun tertarik pusaran daht buaian sang guru. Disebabkan karena daya tolak lebih rendah dari daya tarik itu, sehingga si penari pun roboh atau terlempar.
Beberapa aliran silat China mempergunakan permainan pengisian daht buaian itu sebagai pelepas lelah setelah berlatih berat Shaolin. Daht buaian tiada mengenai sasarannya jika tidak didahului oleh lawan, karena daht buaian bekerja jika bersentuhan dengan daht buaian yang sejenis.
Seorang guru silat berpendapat bahwa permainan daht buaian berguna untuk kesehatan tubuh dan pengujian akan kebangkitan daht seorang murid. Tetapi jika teliti guru-guru pengkaji daht buaian tersebut rata-rata mengendap penyakit pernafasan.
Kitab Sin Kung dari seorang China Muslim pengkaji tarekat Sufi menceritakan kegunaan daht buaian tersebut, seperti menolak pencuri, menyuburkan tanaman, pengasih dan sebagainya. Semuanya itu menggelengkan keada pengkaji daht yang sesungguhnya, karena tidak termakan oleh akal dan menyesatkan.
Di Indonesia khususnya Jawa Barat, pada tahun 1920, Tjoa Nam Fu, China peranakan Semarang mengajarkan silat Kaifeng pembangkit manit krach, seorang muridnya bernama Mahmud dari Sarikat Islam. Kelak Mahmud setelah mendapatkan jurus-jurus Kaifeng bergelar Nampon (dari kata Namfu). Nampon berkembang ke seluruh pulau Jawa, ada yang masuk ke dalam aliran kebatinan, diantaranya jurus-jurus Lontang dan Jero, ada yang berkembang pada kalangan Sosialis dan Komunis di antaranya silat Karahan dan sebagainya.
Di kalangan pesantren telah berkembang Jurus Istighasah dan Asrar yang serumpun dengan Nampon (dari Budha) yang sudah diganti dengan bacaan dzikir.
Jurus pernafasan berkembang pesat sejak tahun 1960, ada yang diberi baju Komunis, Kong Hu Cu, Hindu Dharma dan Isla. Sekarang yang berpangkal dari ajaran jurus Kaifeng itu di antaranya : Asrar, Satria Nusantara, Al Hikmah, Sinlamba, Silat Buhun, Nampon Cikaretan, Bandon, Prana, Istighosah, Tri Rasa dan sebagianya (kurang lebih 164 aliran)
Silat Kaifeng tidak terlepas dari unsu agama, yaitu agama Budha, sedangkan agama Budha identik dengan Yoga. Sekarang jika kita kaji daht buaian menurut cara Yoga, berarti kita mengikuti satu segi ibadah dari mereka. Hal ini berlaku mengikuti ibadah suatu kaum dan kita akan digolongkan sebagai kaum ang kita ikuti tata cara ibadahnya.
C. Daht Murni
Daht adalah tenaga tersembunyi dalam diri manusia dan hewan.Ada yang bangkit bekerjadan ada yang seolah tidur. Daht tidur pun dapat bangkit bekerja karena suatu sebab kejadian yang tiba-tiba sehingga mematikan fikir atau karena dilatih kerja dengan gerakan-gerakan tertentu yang teratur dan khusyuk.
Daht yang bangkit itu ada terdapat pada tubuh hewan buas pemakan daging, sempamanya jenis kucing, harimau, singa, jenis-jenis musang, cerpelai dan sejenisnya, kemudian hewan buas laut seumpama ikan hiu, dan sejenisnya, burung buas seumpama nazar, alap-alap, rajawali, elang dan sejenisnya.
Contoh :
* Pandangan kucing ketika melihat tikus menyebabkan tikus jatuh karena mata kucing terkandung daht
* Auman harimau apabila mengenai mangsanya maka akan menjadi lemas, karena auman harimau mengandung daht
* Ular besar yang ketika membuka mulutnya maka akan menyedot mangsa menuju mulut tersebut karena tarikan daht yang kuat dari ular
* Rajawali emas dari China ketika menyambar mangsa misalnya anak kijang, maka tertariklah mangsa karena daya daht rajawali yang teletak di cengkeramnya.
* Seseorang Badwi penghuni daeah panas gersang di padang sahara biasanya mumpunyai daht mata karena selalu melatih matanya melihat ufuk, maka jika matanya sudah kuat dan menatap orang yang sedang marah, maka jatuhlah orang tersebut karena pengaruh daht matanya.
1. Daht manusia yang tersimpan
Bahwasanya tenaga daht itu terbatas dan di mana ahli tidak keluar dari adat kebiasannya,tidak keluar dari sunnatullah,hanya ada yang mau mempergunakan atau membiarkannya tersimpan.
Daht bukanlah tenaga ghaib tetapi tenaga yang sudah ada pada setiap orang dan hewan dan dapat dikaji oleh orang serta dapat dibuktikan keberadaanya. Daht itu tersimpan di dalam serabut saraf otot yang terdalam di bawah saraf-saraf perasa pada kulit. Karena itu wajar bila tenaga daht dinamakan tenaga dalam. Saraf-saraf daht itu memancarkan daya tarik dan tolak. Saraf daht terletak agak mendalam pada ulught yakni terselimut bagian tubuh lain, ada di setiap bagian tubuh lain dan berpencar pada tangan dan mata.
Maka dalam ulught itu terdapat berjuta-juta butir daht yang berputar dan mempunyai daya tarik menarik, bila terpancar ke luar tubuh tidak mungkin dapat kembali lagi, bagaikan ludah yang terbuang.
Daht dalam ulught itu merupakan benda yang berwujud karena perpaduan berbagai zat diantaranya makanan, maka daht pun mempunyai unsur tarik dan tolak. Dua jenis daht dalam ulught bila bergesek impit akan menimpulkan daya panas yang terpancar ke luar tubuh.
Bila terjadi perubahan serabut ulught pada dada kiri dan perubahan itu karena berlatih diri, maka timbullah daya dingin yang bergerak tersalur pada tangan kiri. Bila daya dingin ini dikaji terus akan mudah membuat salju dalam bejana dengan penyaluran tenaga daht dingin pada air. Apabila terjadi perubahan ulught pada dada kanan karena latihan tertentu maka terpancarlah tenaga panas yang dapat menghanguskan.
Tiap aliran gerakan itu menimbulkan gerakan yang berbeda, adakalanya dan itu tidak bekerja tetapi rusak karena gerakan salah atau pertentangan dua aliran daht. Beberapa aliran penimbul daht di antaranya : Cara Yoga, Dahtayana, Gerakan khan Shaolin, cara gerakan Orlug, gerakan Suyi, gerakan Bayroiy, Payuk.
Perbedaan dengan daht buaian (naht), naht hanya berlaku untuk orang yang mengkaji sejenis atau tengah marah (dalam batas marah) dan tidak beracun, diolah melalui bentuk-bentuk senam tanpa adanya jurus-jurus.
Daht asli dapat berlaku bagi siapa saja, tanpa perbedaan kajian, beracun dapat menghanguskan, mendinginkan, ringan melawan musuh, meringankan lompatan, menggetarkan musuh melalui suara dan sebagainya, dilatih dengan cara berjurus dan aturan makanan.
2. Perkembangan ulught (serabut otot terdalam)
Dengan berolah jurus yang teratur dan tertib dapat menguatkan ulught, tubuhpun terliat kuat berisi dan berjalan dengan tegap, tidak mudah terserang penyakit.
Perempuan dan laki-laki mempunyai perbedaan otot dan ulught. Ulught perempuan sangat halus. Seorang perempuan bertingkah keras, berolah serupa laki-laki dapat mengakibatkan rusaknya ulught dan berubahlah bentuk tubuhnya itu mendekati bentuk tubuh seorang laki-laki, buah dadanya akan berkerut menjadi kecil, otot lengan pun akan membesar mendekati otot seorang laki-laki.
Seorang laki-laki bertingkah seumpama perempuan atau berpakaian seumpama perempuan akan terbawa tenggelam dalam alam perempuan dan begitupun seorang perempuan yang bertingkah dan berpakain laki-laki akan tenggelam dalam alam laki-laki.
"Rosulullah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki "(HR Bukhari)
"Rasulullah melaknat laki-laki yang berpakaian serupa pakaian perempuan dan perempuan yang berpakaian serupa pakaian laki-laki "(HR Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Hakim)
Maka jika seorang perempuan akan berlatih pembelaan diri, hendaklah tidak berjurus serupa laki-laki dengan keras tetapi hendaklah halus sesuai fitrahnya. Mulailah dengan senam-senam khas perempuan atau senam-senam yang sesuai dengan tubuh perempuan tersebut.
3. Pertentangan daht yang berlainan
Kerusakan daht akibat belajar dua gerakan yang tidak serumpun serta keduanya mempergunakan cara pernafasan yang berbeda, seperti belajar jurus-jurus halus dengan pernafasan lain bersamaan dengan mempelajari gerakan kasar yang lain pula cara pernafasannya dalam hentakan kilat akan mengakibatkan pembentukan daht bertentangan kutub dalam saluran ulught.
Kerusakan pada saluran ulught tersebut, mula-mula impitan butir-butir daht yang bergesekitu menimbulkan bisul-bisul kecil yang berwarna kemerah-merahan yang menanti pecah.Maka jika didapatkan gejala pertentangan itu hendaklah menghentikan salah satu aliran, kerjakan aliran yang sejalan, maka bisul-bisul tersebut akan dapat dihilangkan. Tetapi bila tetap tidak menghentikan maka bisul tersebut akan makin bertambah besar dan pada akhirnyaakan pecah dan penutup ulught pun akan mengalami kerusakan.
Kerusakan ulught dapat pula menyebabkan kerusakan urat serabut saraf sekitar ulught tersebut. Hal ini mengakibatkan makin derasnya aliran darah yang menyebbabkan menyempitnya saluran darah dan jika terus berlanjut akan timbullah penyakut Fuzu. Penyakit ini sangat berbahya dan termasuk penyakit saraf yang dapat timbul pada kepada berbentuk bisul-bisul kecil ataupun kilatan-kilatan atau kunang-kunang atau pelangi. Itulah akibat pergesekan daht yang berlawanan yang terpercik bagaikan kilatan api.
Apabila ulught itu pecah akan timbullah semacam borok saraf, dan bila ulught itu putus maka sulit sembarang dokter/tabib untuk mengobatinya. JIka saraf penghubung otak dan biji mata yang putus, yakni saraf penglihatan maka mengakibatkan orang tersebut buta membuka (mata tetap terbuka walaupun tidak dapat melihat), jika ulught kaki yang pecah, maka sebelah kaki yang terkena akan mati sebelah, begitpun jika tempat lain yang terkena akan kerusakan ulught tersebut.
Disarikan dari Syiharani, Kitepi Dhat wa Naht
Meneliti Beladiri Islam
Meneliti Beladiri Islam
Untuk mengkaji beladiri hendaklah kita tidak menyimpang dari Aqidah Islamiyah, karena mengkaji beladiri tanpa pengetahuan yang mendukung dapat mengakibatkan rusaknya Aqidah Islamiyah kita, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Dasar pengkajian yang kita lakukan hendaklah sesuai dengan firman Allah sebagai berikut :
” Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS Al Israa’ : 36)
Di dalam ayat tersebut di atas Allah menginginkan kita sebagai hambanya untuk mengadakan penelitian yang mendalam tentang sesuatu yang akan ita kerjakan atau kita ikuti. Begitu pula dengan masalah beladiri yang akan kita ikuti harus kita teliti terlebih dahulu.
Dengan penelitian ini diharapkan kita sebagai umat Islam tidak terjebak dengan permasalahan dan perbuatan kita yang merusak aqidah kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Semoga kita semua yang berminat mengkaji beladiri berada di jalan Allah.
Suatu aliran beladiri bisa dikatakan Islam jika sudah memenuhi kriteria berikut :
A. Niat untuk Belajar Beladiri
Niat merupakan sesuatu yang menentukan pekerjaan kita, apakah dapat dinilai sebagai ibadah ataupun tidak oleh Allah. Begitupun mempelajari beladiri segalanya tergantung oleh niat kita apakah hanya mencari sehat, atau tujuan lainnya, sebagaimana hadits berikut :
” Sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya” (HR Bukhari)
” Dan barang siapa menghendaki pahala dunia niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu dan barang siapa menghendaki pahala akhirat kami berikan pahala akhirat itu ” (QS Ali Imran : 145)
Hendaklah tujuan dalam mempelajari beladiri hanyalah untuk membela hak kita sebagai seorang muslim yang menjadi khalifah di muka bumi ini.
B. Baik dari Segi Aqidah
a. Janji yang diucapkan dalam beladiri
Janji yang diucapkan haruslah sesuai denga ketentuan syariah dan melanggar batas-batas yang diharamkan Allah
b. Perhatikan dan teliti lambang yang digunakan
Lambang beladiri tidak boleh menyalahi syariah, misalnya :
o Segitiga sama kaki, baik terbalik ataupun tidak ini melambangkan kaum zionis Yahudi
o Swastika melambangkan aqidah Hindu / Budha
o Bintang Segi Enam yang terdiri dari dua buah segitiga sama kaki, ini melambangkan Bintang Yahudi
o Dan lain-lain
c. Perhatikan cara penghormatan (sikap tangan dalam penghormatan)
Siap tangan banyak yang tanpa kita sadari melambangkan suatu aqidah agama lain.
Berikut akan kita lihat arti sikap tangan (mudra) dalam kita Weda Parikrama susunan G.Pudja terbitan tahun 1972 di halaman 57 berbunyisebagai berikut : ” Tiap arah dengan nama mudra tersendiri dalam tiap mudra melambangkan aspek dewata dengan arti tujuan tertentu”.
Jadi kalau kita melakukan penghormatan dengan sikap tangan yang melambangkan suatu dewa tertentu, berarti kita telah mensekutukan Allah secara tidak langsung.
d. Teknik pernafasan yang digunakan
Memahami teknik pernafasan sama pentingnya dengan memahami sikap tangan. Banyak teknik pernafasan yang menggunakan metode pernafasan agama lain yang bagi mereka merupakan salah satu cabang ibadah. (misalnya pernafasan Yoga)
e. Cara meningkatkan kemampuan diri
Tidak diperkenankan menggunakan bacaan-bacaan tertentu ataupun upacara-upacara tertentu yang mempunyai syarat tertentu pula, maka kita akan terjerumus dalam masalah kemusyrikan, misalnya puasa 7 hari berturut-turut dan tidak tidak tidur dengan dzikir tertentu untuk mendapatkan ilmu kebal, ilmu kekuatan dan atau dengan cara dilakukan pembukaan sebelum belajar tenaga dalam, sehingga setelah dibuka seseorang akan meningkat kemampuannya.
Latihan fisik harus benar-benar mengerahkan kemampuan fisik, jangan dicampuri dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan latihan fisik.
f. Cara melakukan jurus / gerakan dalam beladiri
o Tidak melakukan gerakan yang seronok dan menggunakan alat bantu yang tidak sesuai syariah, misalnya jurus mabuk yang akan efektif digunakan dengan cara minum minuman keras terlebih dahulu
o Percampuran antara pria dan wanita.
o Menyamakan jurus pria dan wanita sehingga terjadi perubahan gerak dan perilaku seorang wanita menjadi seperti seorang pria atau seorang pria yang berubah menjadi wanita.
o Pakaian pria dan wanita harus sesuai dengan kaidah syariah yaitu menutup aurat dan tidak menyerupai satu sama lain.
” Rasulullah melaknat laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki’. (HR Bukhari)
” Rasulullah melaknat laki-laki yang berpakaian serupa pakaian perempuan dan perempuan yang berpakaian serupa pakaian laki-laki. (HR Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Hakim)
C. Baik dari Segi Kesehatan
Salah satu tujuan dan hasil beladiri adalah badan yang sehat dan kuat, sehingga setiap gerakan harus selalu mendukung kearah sana. Tidak diperkenankan melakukan gerakan yang akan merusak atau memperlemah badan kita.
Misalnya gerakan yang tidak tepat adalah :
o Cara menendang yang salah yaitu mengunci sendi lutut sehingga dua tulang di bawah tempurung lutut beradu, pada akhirnya mengakibatkan lecet.
o Cara memukul yang salah yaitu mengunci sendi sikut yang dapat mengakibatkan terjadinya lecet pada tulang hasta akibat berbenturan tulang
o Memukul-mukul benda keras tanpa lapisan lunak dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan asam urat yang akan menyebabkan trauma sendi.
o Memukul-mukul leher yang mengakibatkan pusat sistem saraf yang berada di batang otak terganggu.
o Melakukan pemanasan yang tidak tertib seperti menahan nafan dengan keras atau gerakan pemanasan yang terlalu keras pada awal latihan. Ini dapat mengakibatkan sistem peredaran darah terganggu akibat sendi, otot, jantung belum dipanaskan terlebih dahulu.
o Dan lain-lain yang perlu diteliti dari segi kesehatan agar tidak terjebak pada hal-hal yang mendzolimi diri sendiri.
Diposkan oleh Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia
Untuk mengkaji beladiri hendaklah kita tidak menyimpang dari Aqidah Islamiyah, karena mengkaji beladiri tanpa pengetahuan yang mendukung dapat mengakibatkan rusaknya Aqidah Islamiyah kita, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Dasar pengkajian yang kita lakukan hendaklah sesuai dengan firman Allah sebagai berikut :
” Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS Al Israa’ : 36)
Di dalam ayat tersebut di atas Allah menginginkan kita sebagai hambanya untuk mengadakan penelitian yang mendalam tentang sesuatu yang akan ita kerjakan atau kita ikuti. Begitu pula dengan masalah beladiri yang akan kita ikuti harus kita teliti terlebih dahulu.
Dengan penelitian ini diharapkan kita sebagai umat Islam tidak terjebak dengan permasalahan dan perbuatan kita yang merusak aqidah kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Semoga kita semua yang berminat mengkaji beladiri berada di jalan Allah.
Suatu aliran beladiri bisa dikatakan Islam jika sudah memenuhi kriteria berikut :
A. Niat untuk Belajar Beladiri
Niat merupakan sesuatu yang menentukan pekerjaan kita, apakah dapat dinilai sebagai ibadah ataupun tidak oleh Allah. Begitupun mempelajari beladiri segalanya tergantung oleh niat kita apakah hanya mencari sehat, atau tujuan lainnya, sebagaimana hadits berikut :
” Sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya” (HR Bukhari)
” Dan barang siapa menghendaki pahala dunia niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu dan barang siapa menghendaki pahala akhirat kami berikan pahala akhirat itu ” (QS Ali Imran : 145)
Hendaklah tujuan dalam mempelajari beladiri hanyalah untuk membela hak kita sebagai seorang muslim yang menjadi khalifah di muka bumi ini.
B. Baik dari Segi Aqidah
a. Janji yang diucapkan dalam beladiri
Janji yang diucapkan haruslah sesuai denga ketentuan syariah dan melanggar batas-batas yang diharamkan Allah
b. Perhatikan dan teliti lambang yang digunakan
Lambang beladiri tidak boleh menyalahi syariah, misalnya :
o Segitiga sama kaki, baik terbalik ataupun tidak ini melambangkan kaum zionis Yahudi
o Swastika melambangkan aqidah Hindu / Budha
o Bintang Segi Enam yang terdiri dari dua buah segitiga sama kaki, ini melambangkan Bintang Yahudi
o Dan lain-lain
c. Perhatikan cara penghormatan (sikap tangan dalam penghormatan)
Siap tangan banyak yang tanpa kita sadari melambangkan suatu aqidah agama lain.
Berikut akan kita lihat arti sikap tangan (mudra) dalam kita Weda Parikrama susunan G.Pudja terbitan tahun 1972 di halaman 57 berbunyisebagai berikut : ” Tiap arah dengan nama mudra tersendiri dalam tiap mudra melambangkan aspek dewata dengan arti tujuan tertentu”.
Jadi kalau kita melakukan penghormatan dengan sikap tangan yang melambangkan suatu dewa tertentu, berarti kita telah mensekutukan Allah secara tidak langsung.
d. Teknik pernafasan yang digunakan
Memahami teknik pernafasan sama pentingnya dengan memahami sikap tangan. Banyak teknik pernafasan yang menggunakan metode pernafasan agama lain yang bagi mereka merupakan salah satu cabang ibadah. (misalnya pernafasan Yoga)
e. Cara meningkatkan kemampuan diri
Tidak diperkenankan menggunakan bacaan-bacaan tertentu ataupun upacara-upacara tertentu yang mempunyai syarat tertentu pula, maka kita akan terjerumus dalam masalah kemusyrikan, misalnya puasa 7 hari berturut-turut dan tidak tidak tidur dengan dzikir tertentu untuk mendapatkan ilmu kebal, ilmu kekuatan dan atau dengan cara dilakukan pembukaan sebelum belajar tenaga dalam, sehingga setelah dibuka seseorang akan meningkat kemampuannya.
Latihan fisik harus benar-benar mengerahkan kemampuan fisik, jangan dicampuri dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan latihan fisik.
f. Cara melakukan jurus / gerakan dalam beladiri
o Tidak melakukan gerakan yang seronok dan menggunakan alat bantu yang tidak sesuai syariah, misalnya jurus mabuk yang akan efektif digunakan dengan cara minum minuman keras terlebih dahulu
o Percampuran antara pria dan wanita.
o Menyamakan jurus pria dan wanita sehingga terjadi perubahan gerak dan perilaku seorang wanita menjadi seperti seorang pria atau seorang pria yang berubah menjadi wanita.
o Pakaian pria dan wanita harus sesuai dengan kaidah syariah yaitu menutup aurat dan tidak menyerupai satu sama lain.
” Rasulullah melaknat laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki’. (HR Bukhari)
” Rasulullah melaknat laki-laki yang berpakaian serupa pakaian perempuan dan perempuan yang berpakaian serupa pakaian laki-laki. (HR Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Hakim)
C. Baik dari Segi Kesehatan
Salah satu tujuan dan hasil beladiri adalah badan yang sehat dan kuat, sehingga setiap gerakan harus selalu mendukung kearah sana. Tidak diperkenankan melakukan gerakan yang akan merusak atau memperlemah badan kita.
Misalnya gerakan yang tidak tepat adalah :
o Cara menendang yang salah yaitu mengunci sendi lutut sehingga dua tulang di bawah tempurung lutut beradu, pada akhirnya mengakibatkan lecet.
o Cara memukul yang salah yaitu mengunci sendi sikut yang dapat mengakibatkan terjadinya lecet pada tulang hasta akibat berbenturan tulang
o Memukul-mukul benda keras tanpa lapisan lunak dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan asam urat yang akan menyebabkan trauma sendi.
o Memukul-mukul leher yang mengakibatkan pusat sistem saraf yang berada di batang otak terganggu.
o Melakukan pemanasan yang tidak tertib seperti menahan nafan dengan keras atau gerakan pemanasan yang terlalu keras pada awal latihan. Ini dapat mengakibatkan sistem peredaran darah terganggu akibat sendi, otot, jantung belum dipanaskan terlebih dahulu.
o Dan lain-lain yang perlu diteliti dari segi kesehatan agar tidak terjebak pada hal-hal yang mendzolimi diri sendiri.
Diposkan oleh Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia
Langganan:
Komentar (Atom)